ANALISIS FINANCIAL DISTRESS DALAM MEMPREDIKSI KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN

Amin Setio Lestiningsih

Abstract


Krisis moneter yang pernah terjadi pada tahun 1997 sampai dengan 1998 mengakibatkan kehancuran
sektor perekonomian yang sudah mapan. Industri farmasi merupakan salah satu industri yang terkena badai
krismon cukup hebat karena industri farmasi mempunyai karakteristik unik dimana sekitar 80 % sampai
dengan 90% bahan baku obat masih diimpor dari luar serta dalam memproduksi obat paten masih
mengandalkan lisensi dari perusahaan farmasi asing sedangkan pendapatan yang diterima dalam mata uang
rupiah. Namun dengan seiringnya waktunya, perusahaan farmasi belajar dari kesalahan yang pernah mereka
lakukan di masa krisis keuangan dengan melakukan hedging pada hutang valas mereka. Berdasarkan hasil
penelitian antara periode 2007 sampai dengan tahun 2009 maka sembilan perusahaan farmasi yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia mengalami peningkatan penjualan bersih. Altman menemukan rasio yang dapat
digunakan untuk memprediksi tingkat kebangkrutan yaitu Z-Score Altman. Tujuan penelitian untuk
mengetahui bahwa laporan keuangan dapat digunakan untuk memprediksi tingkat kebangkrutan dengan
menggunakan model Altman. Sedangkan objek penelitian adalah Sembilan perusahaan farmasi yang go
publik di Bursa Efek Indonesia pada periode 2007-2009. Tehnik pengumpulan data berupa tehnik observasi
non perilaku dengan menganalisis laporan keuangan sembilan perusahaan farmasi tersebut. Hasil penelitian
model Altman pada tahun 2007 diperoleh hasil 77,78% atau 7 perusahaan farmasi berkategori “tidak
bangkrut, 11,11% atau 1 perusahaan kategori “abu-abu” serta 11,11% atau 1 perusahaan memiliki kategori
“bangkrut”. Sedangkan pada tahun 2008 diperoleh hasil penelitian sebagai berikut 88,89% atau 8 perusahaan
farmasi berkategori “sehat”, 0% perusahaan kategori “abu-abu” dan 11,11% perusahaan mempunyai kategori
“bangkrut”. Pada periode 2009 diperoleh hasil 77,78% atau 7 perusahaan berkategori “tidak bangkrut”, 0%
perusahaan kategori “abu-abu” serta 22,22% atau 2 perusahaan kategori “bangkrut”. Kesimpulannya bahwa
laporan keuangan dapat digunakan untuk mengukur tingkat kebangkrutan dengan memakai metode Altman.
Sarannya agar pihak manajemen berhati-hati dalam mempergunakan keuangan untuk operasional perusahaan
agar terhindar dari kemungkinan kebangkrutan. Sedangkan untuk para investor lebih berhati-hati dalam
membeli saham perusahaan yang berkategori “bangkrut”.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.