• image01
  • image02

    ASEAN AFTA 2015

    SNIT5 2015

  • image03

    Keynote & Speaker

    SNIT5 2015

  • image04

    Sabtu, 24 Mei 2014

    SNIT4 2014

  • image05

    Keynote & Speaker

    SNIT4 2014

  • image06

    Pemakalah Seminar

    SNIT4 2014

  • image07

    Souvenir dan Penghargaan

    SNIT4 2014

SNIT BSI

MENU PEMAKALAH

MENU PESERTA



SEMINAR NASIONAL INOVASI & TREND (SNIT) 201
5

"Peluang dan Tantangan Indonesia Dalam Menyikapi AFTA 2015"


     Apa yang telah dipersiapkan oleh Bangsa Indonesia dalam menghadapi persaingan pada tahun 2015, dimana seharusnya Indonesia telah bersiap menghadapi ketatnya persaingan yang akan terjadi pada tahun 2015 mendatang, sebagaimana yang kita ketahui telah terbentuknya ASEAN Free Trade Area(AFTA) dan Masyarakat merupakan wujud dari kesepakatan dari Negara- negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi regional ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi penduduknya.adapun Tujuan dari AFTA adalah meningkatkan daya saing ekonomi Negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar Anggota ASEAN.

     Jika dilihat lebih jauh lagi dengan dibentuknya AFTA tentunya akan memberikan peluang, tantangan dan ancaman bagi indonesia khususnya seperti peluang  dimana dapat memberikan manfaat integrasi ekonomi yang secara konseptual dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi indonesia dan kawasan ASEAN, selain itu dengan perwujudan AFTA dapat menempatkan ASEAN sebagai kawasan yang berpotensi di dunia, negara tujuan investor dan negara pengekspor, selain itu dengan adanya AFTA dapat menjamin kelancaran arus barang untuk pasokan bahan baku maupun bahan jadi di kawasan ASEAN Karena hambatan tarif dan non-tarif yang berarti sudah tidak ada lagi, pengembangan sektor jasa dapat dibuka seluas-luasnya, Sektor-sektor jasa prioritas yang telah ditetapkan yaitu pariwisata, kesehatan, penerbangan dan kemudian akan disusul dengan logistik, dan dari sisi Dari sisi penarikan aliran modal asing, ASEAN sebagai kawasan dikenal sebagai tujuan penanaman modal global, sedangkan ancamannya dapat persaingan laju peningkatan ekspor dan impor, laju inflasi, proses liberalisasi arus modal dapat menimbulkan ketidakstabilan melalui dampak langsungnya pada pada kemungkinan pembalikan arus modal yang tiba-tiba, daya saing atau kemampuan bersaing Tenaga kerja, dapat mengancam eksistensi usaha sekaligus SDM lokal.

     Dengan Gambaran diatas merupakan suatu tantangan bagi indonesia sendiri dalam upaya memberikan kontribusi yang positif dalam persiapan menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA), oleh sebab itu perlu diperhatikan kembali Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (kesempatan), dan Threatning (ancaman) yang perlu diperhatikan oleh Indonesia.

     Oleh sebab itu untuk dapat memanfaatkan peluag serta mengantisipasi terjadinya ancaman maka khususnya pemerintah, dan masyarakat perlu berupaya memanfaatkan peluang, dan mempersiapkan diri dan menyusun langkah dan rencana yang strategis guna mengantisipasi terjadinya ancaman tersebut yang sehingga pencapaian peningkatan pembangunan di berbagai berbagai infrastruktur, jaringan logistik, ketersediaan energi dan konektivitas, informasi dan teknologi untuk meningkatkan daya saing disegala bidang. 



 

 

SNIT5 BSI 2015

 

Copyright© SNIT BSI 2015.