STUDI PASAR TERHADAP RENCANA PEMBUKAAN COFFE SHOP ASEAN DI BEKASI

Genoveva Genoveva

Abstract


Kopi saat ini sudah merupakan bagian dari gaya hidup. Cara minum kopi yang dicampur dengan aneka rasa seperti hazelnut, coklat, krimer dan ditemani dengan wifi sambil duduk di sofa dengan sekelompok teman adalah fenomena yang sedang menjamur di Indonesia. Fenomena ini menjadikan bisnis coffee shop sebagai salah satu peluang bisnis. Coffee shop di Indonesia sebagian masih didominasi oleh merek dari luar seperti Starbuck, Old Town, Kopi Tiam, Black Canyon Coffee dan sebagainya. Belakangan baru masuk coffee shop Indonesia seperti Bengawan Solo, Coffee Toffee, Kopi Bali House dan sebagainya. Dengan posisi Indonesia sebagai penghasil kopi nomor 3 di dunia setelah Brazil dan Colombia (4) pengembangan coffee shop di Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan bahan baku kopi yang berkualitas dan sudah terkenal di manca Negara. Metode studi bisnis yang dipakai dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Kuesioner kemudian diuji reabilitas dan validitas. Langkah terakhir adalah dilakukan analisis faktor. Berdasarkan analisis faktor dari 19 faktor, 15 faktor yang memperoleh nilai diatas 0,5 diuji ulang dan hanya diperoleh 1 matrix. Analisis juga dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh data yang lebih detail mengenai pengalaman responden terhadap coffee shop. Kesimpulan penelitian ini adalah coffee shop ASEAN dapat direalisasikan dengan mengutamakan kopi dari 3 negara ASEAN yaitu Indonesia (kopi luwak), Malaysia (Old town, white coffee) dan Vietnam (Trun Nguyen).

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.