Penerapan Waiting Line Method Untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Pelanggan Dengan Meminimalkan Antrian (Studi Kasus: ANKidz Bogor)

Wisti Dwi Septiani

Abstract


Antrian merupakan hal yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan atau tanpa kita sadari, antrian seringkali membuat kita merasa jenuh atau bosan karena harus menunggu dalam waktu yang cukup lama. Contohnya antrian pada pelayanan customer service atau teller di bank, antrian kasir di swalayan, antrian pengisian bahan bakar di SPBU, juga saat mengantri untuk membeli atau memesan makanan dan antrian pada bengkel motor atau mobil. Tentu saja masalah antrian tidak dapat diabaikan begitu saja, karena akan mempengaruhi pandangan dan penilaian terhadap sebuah perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan jasa. Antrian juga dapat menyebabkan menurunnya pelanggan sehingga dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa antrian dan mengatasi masalah yang timbul dari sistem antrian tersebut dengan memberikan solusi berupa alternatif penyelesaian masalah. Studi kasus pada penelitian ini adalah antrian pelanggan pada ANKidz yang bergerak di bidang jasa pengetikan dan pencetakan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem antrian merupakan multiple-channel model dengan 2 server dan memiliki tingkat intensitas pelayanan yang tinggi yaitu 83,33%. Solusi terhadap waktu pelayanan yang sibuk, dilakukan simulasi dengan penambahan jumlah fasilitas pelayanan pada multiple channel model menjadi 4 server. Dari sistem itu didapatkan hasil yang dapat mengurangi rata-rata waktu antrian yang sebelumnya 0,17 jam atau 11 menit menjadi 0,0058 jam atau 1,12 menit dengan jumlah antrian 1 pelanggan dari sebelumnya antrian sebanyak 4 pelanggan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.