Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan (P2) Tahun 2017 Menggunakan Ms. Access Programming

Suhartono Suhartono, Martias Martias

Abstract


Pada era millennium saat ini kemajuan ilmu dan teknologi di berbagai dunia semakin cepat melalui riset dan inovasi yang terus menerus. Pergerakan antar manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain di buat semaksimal dan secepat mungkin. Oleh sebab itu diperlukan dana yang sangat besar terutama untuk pembangunan infrastruktur agar hal itu dapat terwujud. Pajak Bumi dan Bangunan adalah salah satu sumber dana yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur suatu negara atau daerah. PBB yang dikenakan terhadap pemilik bumi dan bangunan yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang di tentukan oleh keadaan objek pajak yaitu bumi/ tanah dan/atau bangunan dan sebagian besar hasilnya diserahkan kepada pemerintah daerah dan sisanya untuk pemerintah pusat yang akan digunakan untuk pelaksanaan pembangunan daerah. Sejak 1 Januari 2014 kewenangan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan dialihkan dari pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah. Subjek PBB P2 adalah orang pribadi atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan/atau memperoleh manfaat atas bumi dan/atau memiliki bangunan dan/atau menguasai bangunan dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ditetapkan setiap 3 (tiga) tahun kecuali untuk objek pajak tertentu dapat ditetapkan setiap tahun sesuai perkembangan wilayah dan dilakukan oleh Kepala Daerah.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.